Minggu, 14 Juli 2019

#Puisi2 untuk anak-anak hebat


Emas-emas Pinggiran

Jari-jemari kecil itu tampak cekatan
Memainkan sederatan senar yang tak berujung
Memutari meja pelanggan dengan harapan
Tanpa imbalan alunan itu pun seolah tetap berarti

Sekian banyak namun tak ada yang tau
Sebagian hanya mengasihi tapi tak peduli
Menerima perak demi perak untuk sesuap nasi
Hanya mengerti soal perut yang tak tau diri

Pernahku bertanya dan sok peduli
Seberapa jauh kehidupan buruk yang mereka lalui
Namun hanya semburat gigi yang aku dapati
Tak tau itu dari hati atau hanya kebiasaan yang menyimpan banyak arti

Telahku coba beberapa cara tuk masuk ke kisah mereka
Mencoba memulai berdiri diujung jalan pertigaan itu
Menanti kedatangannya yang aku tau tempat akhir lelah mereka
Saling memberi koin dan bertukar cerita
Walaupun kisah sama setiap harinya

Pelanku dekap tawa palsu mereka
Kusembunyikan di balik ransel kecilku
Mencoba memulai walauku tau ini tak mudah
Seperti pagi menanti fajar datang
Begitulah semangat yang aku terus tularkan
Perlahan mereka memelukku dengan ilmu-ilmu yang aku torehkan
Dalam dekapan itu aku tau pilunya mejadi mereka
Namun aku belajar aku takkan pernah sanggup saat mejadi mereka

by: RA

Jumat, 08 Juni 2018

PUISI: Sebuah Angan dan Terror di Negeriku

#Puisi1

Sebuah Angan



Sejak saat itu....
Aku harap bulan cepat berpaling selalu
Mentari yang aku damba-dambakan selalu
Sebab senyuman manis dan tatapan gelap itu
Selalu menjadi candu bagiku

Gelap tapi indah…
Ku sembunyikan hatiku
walau betapa gelapnya kamu
Tapi hatiku tak pernah goyah
Tak sedetik pun ku berpaling
Sebab hati dan jiwaku sudah tak berpangku menjadi satu

Dan tak mampu dilenyapkan…
Di sudut relung hati terdalam
Tempatku menaruh kisah tentangmu
Semakin larut dalam perasaan tak pernah wajar ini
Mencoba menghapus tiap jengkal bayang semu wajahmu…

Melangkah satu hari sejak satu tahun silam
Kita pernah beratapkan langit yang sama
Pijakan tanah yang sama
Tapi tak satu dimensi lagi
Sakit namun semestinya aku memang tak pernah memulai sendiri

Kini sang rembulan asik bermain dengan malam
Dan saatku tertidur lelap
Aku harap bayangmu lenyap oleh waktu
Hanya itu…

Sebab kepantasan tak pernah aku dapatkan
Kau gelap namun seperti raja bagiku
Tapi hati selalu menaut tanpa salah

Menyerahkan separuh aku pada bayang semu
Sebuah angan tentang memilikimu
Pada akhirnya kau tak kan pernah tau siapa aku

Dan kamu
Adalah bagian luka yang aku ciptakan sendiri dalam mimpiku
………


Salam: aemRA



#Puisi2


Terror di Negeriku
Gambar terkait

Indonesiaku
Negeri penuh kedamaian
Negeri penuh perbedaan
Tetapi tetap satu ikatan
Bhinekaku
Yang selalu aku jaga
Sebagai pemersatu bangsa
Namun….
Indonesiaku kini sedang meronta
Kulihat darah menghitam di jalanan
Suara dentuman keras mengeluarkan semburat asap tebal
Dimana-mana dalam ketakutan
Kaki-kaki tak bersalah bertebaran
Berlari tanpa arah
Mencari kedamaian negerinya…

Negeriku kini sedang diusik
Oleh tangan-tangan nakal
Mengatas namakan jihad di jalan-Nya…
Padahal hanya orang-orang kotor yang haus akan darah sesamanya

Indonesiaku negeri nan damai
Tanpa ketakutan akan ku lawan
Pantang mundur akan ku terjang
Keadilan kedamaian mu yang sungguh
Tak patut untuk diambil oleh siapapun…

 Indonesiaku akan tetap dalam kedamaian
Satu ikatan bhineka
Bersama melawan terror
Jangan biarkan mereka tertawa di atas negeri ini
Mari satukan tangan
Walau tanpa senjata api
Kepercayaan akan menjadi senjata lebih kuat dari apapun
Pukul mundur tanpa darah setitik pun
Tanpa tumpahan air mata tanpa luka
Jangan gentar sedikit pun
Tetap berdiri Indonesia ku
.........

Salam: aemRA

Mohon Like dan Komentar yang banyak ya gaisss....Belum di update lagi .Jadi tunggu aja ya..
tetap stay di  Link berikut:
terimakasih :)




Bagaimana menerima diri

#RandomModeOn Hello guys, di blog kali ini aku mau cerita random aja sih. Awakard ……   Anggap aja ini aku mau berbagi rahasia ya. X:...